TAUHID ADALAH AQIDAH BAWAAN MANUSIA
MAKNA TAUHID
Kata ‘tauhid’ dalam bahasa Arab adalah mashdar (kata benda) yang berasal dari kata kerja:
وَحَّدَ – يُوَحِّدُ – تَوْحِيْدًا
wahhada – yuwahhidu –tauhîdan, artinya membuat sesuatu menjadi satu. [Lihat Lisânul ‘Arab, Bâb wa ha da; At-Ta’rîfât, hlm. 96; Al-Hujjah, 1/305, 306]
Adapun secara istilah agama, tauhid artinya mengimani keberadaan Allâh, mengesakan Allâh Subhanahu wa Ta’ala dengan rubûbiyah dan ulûhiyah, dan beriman kepada seluruh nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. [Lihat Lawâmi’ul Anwâr, hlm. 57; Al-Qaulus Sadîd, hlm. 16; At-Tanbîhât as-Saniyyah, hlm.9; dan Al-Qaulul Mufîd, 1/5]
TAUHID ADALAH AQIDAH BAWAAN MANUSIA
Allâh Azza wa Jalla telah menciptakan manusia memiliki fitrah beriman kepada-Nya dan mentauhidkan-Nya. Manusia itu dilahirkan dalam keadaan mengimani keberadaan Allâh Azza wa Jalla bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Dia, dan tidak ada Rabb selain Dia. Seandainya manusia dibiarkan pada fitrahnya yang asli, dia pasti tumbuh menjadi orang yang mentauhidkanNya. [Lihat: Tafsîr al-Baghawi, 3/482; Tafsîr Ibni Katsîr, 3/688; dan Ma’ârijul Qabûl, 1/91, 93]
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allâh; (tetaplah atas) fitrah Allâh yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allâh. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. [Ar-Rûm/30:30]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، وَيُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Semua bayi dilahirkan di atas fitrah, kemudian kedua orang tuanya menjadikannya beragama Yahudi, Nashrani, atau Majusi. [HR. Al-Bukhâri, no. 1359 dan Muslim, no. 2658]
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda meriwayatkan dari Rabbnya, bahwa Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ
Sesungguhnya Aku (Allâh) telah menciptakan hamba-hambaKu semuanya hanif (lurus; muslim), dan sesungguhnya setan-setan mendatangi mereka lalu menyesatkan mereka dari agama mereka. [HR. Muslim, no. 2865]
Oleh karena itu Nabi Adam Alaihissallam, bapak semua manusia dan semua anaknya yang hidup di zamannya adalah orang-orang yang bertauhid. Keturunan Nabi Adam setelahnya terus berada di atas tauhid sampai datang kaum Nabi Nûh Alaihissallam, setan menampakkan syirik sebagai sesuatu yang bagus kepada mereka dan mengajak mereka menuju syirik, sehingga mereka terjerumus ke dalam syirik.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ
Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allâh mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi kabar peringatan, dan Allâh menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. [Al-Baqarah/2: 213]
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbâs Radhiyallahu anhu, beliau berkata:
كَانَ بَيْنَ نُوحٍ وَآدَمَ عَشَرَةُ قُرُونٍ، كُلُّهُمْ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْحَقِّ. فَاخْتَلَفُوا، فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ
Antara Nabi Nuh dengan Nabi Adam ada sepuluh generasi, mereka semua berada di atas syari’at yang haq, tetapi kemudian mereka berselisih, maka Allâh mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi kabar peringatan”. [Riwayat Thabari di dalam tafsirnya, 4/275 dan al-Hâkim dalam al-Mustadrak, 2/546. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/569]
Dan penyebab perselisihan manusia pertama kali di muka bumi adalah kemusyrikan yang dilakukan oleh kaum Nabi Nûh Alaihissallam , disebabkan oleh sikap ghuluw (melewati batas) dalam mengagungkan orang-orang shalih. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang kaum Nabi Nûh Alaihissallam :
وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) ilah-ilah (tuhan-tuhan) kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr”.[Nûh/71:23]
Tuhan-tuhan yang disembah oleh kaum Nabi Nuh di atas, asalnya adalah orang-orang shalih yang telah mati. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu :
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا صَارَتْ الْأَوْثَانُ الَّتِي كَانَتْ فِي قَوْمِ نُوحٍ فِي الْعَرَبِ بَعْدُ أَمَّا وَدٌّ كَانَتْ لِكَلْبٍ بِدَوْمَةِ الْجَنْدَلِ وَأَمَّا سُوَاعٌ كَانَتْ لِهُذَيْلٍ وَأَمَّا يَغُوثُ فَكَانَتْ لِمُرَادٍ ثُمَّ لِبَنِي غُطَيْفٍ بِالْجَوْفِ عِنْدَ سَبَإٍ وَأَمَّا يَعُوقُ فَكَانَتْ لِهَمْدَانَ وَأَمَّا نَسْرٌ فَكَانَتْ لِحِمْيَرَ لِآلِ ذِي الْكَلَاعِ أَسْمَاءُ رِجَالٍ صَالِحِينَ مِنْ قَوْمِ نُوحٍ فَلَمَّا هَلَكُوا أَوْحَى الشَّيْطَانُ إِلَى قَوْمِهِمْ أَنْ انْصِبُوا إِلَى مَجَالِسِهِمْ الَّتِي كَانُوا يَجْلِسُونَ أَنْصَابًا وَسَمُّوهَا بِأَسْمَائِهِمْ فَفَعَلُوا فَلَمْ تُعْبَدْ حَتَّى إِذَا هَلَكَ أُولَئِكَ وَتَنَسَّخَ الْعِلْمُ عُبِدَتْ
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: “Patung-patung yang dahulu ada pada kaum Nabi Nûh setelah itu berada pada bangsa Arab. Adapun Wadd berada pada suku Kalb di Daumatul Jandal. Suwâ’ berada pada suku Hudzail. Yaghûts berada pada suku Murâd, lalu pada suku Bani Ghuthaif di al-Jauf dekat Saba’. Ya’uq berada pada suku Hamdan. Dan Nasr berada pada suku Himyar pada keluarga Dzil Kila’. Itu semua nama-nama orang-orang shalih dari kaum (sebelum-pen) Nuh. Ketika mereka mati, syaithan membisikkan kepada kaum mereka: “Buatlah patung yang ditegakkan pada majlis-majlis mereka, yang mereka dahulu biasa duduk. Dan namakanlah dengan nama-nama mereka!”. Lalu mereka melakukan. Patung-patung itu tidak disembah. Sehingga ketika mereka (generasi pembuat patung) mati, ilmu (agama) telah hilang, patung-patung itu tidak disembah”. [HR. Al-Bukhâri, no. 4920]
Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh berkata, “Ini memberikan faidah berhati-hati dari ghuluw dan sarana-sarana kemusyrikan, walaupun niatnya baik. Karena sesungguhnya syaithan memasukkan mereka (orang-orang di zaman Nabi Nuh–pen) dari pintu ghuluw (melampaui batas) terhadap orang-orang shalih dan berlebihan di dalam mencintai mereka. Sebagaimana telah terjadi semisal itu di dalam umat ini. Syaithan menampakkan kepada mereka berbagai bid’ah dan ghuluw dengan bentuk mengagungkan orang-orang sholih dan mencintai mereka. Sehingga akhirnya syaithan menjerumuskan mereka di dalam perkara yang lebih besar dari itu, yaitu menyembah orang-orang shalih itu dari selain Allâh Azza wa Jalla ”. [Fathul Majîd, hlm: 197, penerbit: Dar Ibni Hazm]
MACAM-MACAM TAUHID
Allâh Azza wa Jalla telah menyebutkan macam-macam tauhid di dalam banyak ayat di dalam kitab-Nya. Di antaranya adalah firman Allâh Azza wa Jalla di permulaan surat al-Fâtihah:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allâh, Rabb semesta alam. [Al-Fâtihah/1: 2]
Lafazh Allah menetapkan adanya tauhid uluhiyah.
Lafazh ‘Rabb semesta alam’ menetapkan adanya tauhid rububiyah.
Juga firman Allâh Azza wa Jalla dalam surat ini:
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [Al-Fâtihah/1: 3]
menetapkan adanya tauhid asma’ dan sifat.
Juga firman Allâh Azza wa Jalla dalam surat yang sama:
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Yang menguasai di Hari Pembalasan. [Al-Fâtihah/1:4]
menetapkan adanya tauhid rububiyah.
Dan firman Allâh:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. [Al-Fâtihah/1: 5]
menetapkan adanya tauhid uluhiyah.
PEMBAGINAN JENIS TAUHID
Ayat-ayat yang yang menjelaskan macam-macam tauhid banyak sekali dan gamblang menjelaskan macam-macam tauhid ini.
Oleh karena itu para Ulama dari kalangan Salaf umat ini dan semua madzhab empat, Hanafiyah, Mâlikiyah, Syâfi’iyah, Hanabilah, mereka semua menjelaskan tiga macam tauhid.
Tiga macam tauhid ini adalah:
Tauhid Rubûbiyah.
Tauhid Ulûhiyah (Ibadah).
Tauhid Asmâ dan Sifat.
Sebagian Ulama menyebutkan tiga macam tauhid ini sekaligus, sebagian yang lain menyebutkan sebagian macam tauhid pada waktu pembicaraan tentang permasalahan-permasalahannya.
Dan sebagian Ulama menjadikan macam tauhid menjadi dua jenis:
Tauhid fil ma’rifah wal itsbât (tauhid berkaitan dengan pengetahuan dan penetapan), ini mencakup Tauhid Rubûbiyah dan tauhid asmâ’ dan sifat-sifat Allâh).
Tauhid fit thalab wal qashd, ini adalah tauhid ulûhiyah
Kedua pembagian itu benar, diambil dari nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah. [Lihat: Madârijus Sâlikîn, 3/484, karya imam Ibnul Qayyim al-Hanbali; Syarah ath-Thahâwiyah, hlm. 24, karya imam Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi; dan Syarah Fiqih Akbar karya imam Mula Ali al-Qari al-Hanafi]
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XVIII/1436H/2015M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079 ]
___
Footnote
[1] Disadur oleh Abu Isma’il Muslim al-Atsari dari kitab Tashîl al-‘Aqîdah al-Islâmiyyah, hlm. 35-37, penerbit: Darul ‘Ushaimi lin nasyr wa tauzi’, karya Prof. Dr. Abdullah bin Abdul ‘Aziz bin Hammaadah al-Jibrin dan beberapa rujkan yang lain.
Wednesday, 31 August 2016
Tuesday, 16 August 2016
Kisah Habib Munzir di Papua
Sebuah sikap yang patut untuk di tiru.
Sungguh didalam perjalanan tsb begitu banyak hikmah yang bisa di petik. Salah satunya adalah kisah berikut ini. Ditengah perjalanan (dalam perjalanan dari Sorong menuju Teminabuan Papua) dalam perjalanan tersebut Habib Munzir dan Tim mencarter mobil 4×4 bak terbuka, di tengah perjalanan rombongan ini diberhentikan oleh salah seorang biarawati, seorang wanita pimpinan agama non muslim berusia diatas 50 an. Sepertinya ia ingin ikut menumpang mobil, Asri (yg menyupir mobil) menanyakan kepada Habib Munzir, karena mobil ini sudah di carterkan utk Habib Munzir dan Tim.
"Habib, apakah ibu biarawati ini boleh di naikkan?". Tanya sopir (Asri) kepada Habib Munzir.
Tanpa pikir panjang lagi Habib Munzir menjawab "Boleh, tapi mau ditempatkan dimana? disini sudah tidak ada tempat".
"Taruh di bak belakang aja bib bersama barang" kata Asri.
"Hmm tapi saya merasa tidak tega jika ibu itu harus duduk di belakang bersama barang" jawab Habib Munzir.
"Dia sudah biasa seperti itu kok bib" jawab Asri.
Mendengar jawaban "sudah biasa" tsb Habib Munzir kaget dan terkejut, beliau menceritakan, saya kaget dan merasa tercekik mendengarnya, "sudah biasa ??", "dia sudah biasa seperti itu bib", seorang biarawati penyeru kepada agama keyakinannya ia ternyata sudah terbiasa untuk berjalan dan duduk di bak bagian belakang dari kampung ke kampung demi berjuang untuk menyebarkan keyakinannya.
Kata Habib Munzir lagi "maka tidak salah kalau seandainya agama non muslim yang menjadi maju, karena para dai muslim hanya bersembunyi di kota-kota besar, tidak mau keluar seperti mereka . Maka jangan salahkan mereka jika muslimin semakin mundur , karena para dai nya juga semakin mundur. Dan ketika sopir mengatakan ia sudah terbiasa, maka semakin sakit hati saya, bukan semakin tenang tapi semakin sakit saya mendengarnya."
Dan Ibu biarawati tersebut pun naik di Bak belakang mobil 4X4 yang dipakai, satu tempat bersama barang.
Perjalanan pun diteruskan, 1 jam perjalanan terasa rintik rintik gerimis mulai turun. Melihat itu Habib Munzir menjadi gelisah, risau, tak tenang, ia terpikir kepada ibu biarawati yang sedang duduk di bak belakang.
Kata Habib Munzir "Hati saya terasa tercekik, sungguh! walaupun ia adalah seorang non muslim, tapi bagaimanapun ia adalah seorang wanita yg usianya cukup tua, duduk di Bak terbuka di belakang dengan terpaan hujan, ia seorang pemuka dan guru agama non muslim, ia sangat tabah dalam berdakwah membela agamanya dengan semangat juang yg luar biasa, ia berjalan dari kampung ke kampung, terus mengajar dengan sukarela sepanjang hidupnya, mengabdi pada agamanya, sampai rela duduk di Bak belakang mobil, dalam keadaan hujan dan panas, ia wanita, sudah cukup lanjut usia, demikian tabahnya Da’i non muslim ini, hati saya seperti tercabik cabik, saya malu, malu sekali.."
Hujan pun turun semakin deras, Habib Munzir semakin gelisah. Beliau sudah tak tahan lagi, semakin risau dengan keadaan ibu biarawati tsb.
"Berhenti Asri, berhenti..!" kata Habib Munzir seketika sambil memegang tangan Asri. Asri pun menghentikan mobil.
"Ada apa bib?" Tanya Asri.
"Saya mau pindah ke belakang bak menggantikan posisi ibu itu, biar ibu itu duduk didalam sini menggantikan tempat saya duduk" jawab Habib Munzir.
Mendengar itu Asri menjadi kaget dan tentu saja menolak. "Itu tidak mungkin Habib, Tidak mungkin habib turun dan pindah ke bak belakang..!, habib sudah carter mobil saya..!!, lagi pula ini sedang hujan habib..!!",
Habib Munzir menjawab "Dia seorang wanita yang lebih tua dari saya meskipun ia beda agama, Rasulullah saw menghormati yang lebih tua ".
Habib Munzir tetap bersikeras memaksa, akhirnya mau tidak mau Asri yang menyupir mobil pun pasrah menuruti.
Habib Munzir pindah ke bak belakang, beberapa rombongan yang lain pun ikut ingin kebelakang, tetapi Habib Munzir melarang mereka.
"Yang lainnya tetap dalam posisinya, cukup satu orang yang menemani saya di Bak Belakang, sudah ada satu orang penjaga Barang kok di belakang"
Dan mereka pun sangat bersempit sempit 4 orang di kursi belakang.
Tapi Ibu itu ternyata tak mau pindah ia tetap mau duduk di bak saja, ia seakan merasa tahu diri bahwa dirinya menumpang, ia merasa malu dan haru.
"Kalau Ibu tidak mau turun dan masuk kedalam maka saya tidak akan mau naik ke mobil" jawab Habib Munzir.
Mau tidak mau akhirnya ibu itupun masuk kedalam mobil. Habib Munzir duduk di bak belakang di temani KH Ahmad Baihaqi. Duduk di lantai bak mobil yang keras, sesekali tubuh beliau terbanting-banting karena jeleknya kondisi jalan yang di lewati. Padahal saat itu beliau sudah dalam keadaan sakit. Penyakit yang kerap kambuh jika beliau sedang kelelahan, baik kelelahan pikiran atau kelelahan tubuh.
Hujan pun turun semakin deras membasai tubuh Habib Munzir yang duduk di bak terbuka. Habib Munzir membuka sorban dan kacamatanya karena basah, cuma pakai peci. Habib Munzir menangis, bukan menangis karena keadaannya, tapi menangis karena faktor biarawati tadi.
Kata Habib Munzir "Saya menangis, memikirkan, betapa kuat dan tabahnya biarawati itu, betapa malunya saya karena saya dimanjakan di Jakarta, sekedar turun dari mobil dan naik ke mimbar, sedangkan mereka, para dai non muslim di wilayah pedalaman, terus berdakwah, maka siapa yang akan terjun kesana jika kita para da'i muslim hanya duduk di kota-kota besar?"
Dalam derasnya hujan itu mobil kembali berhenti. Bang Ipul (Saeful Zahri) turun dan meminta agar Habib Munzir masuk kedalam menggantikan tempatnya, tapi Habib Munzir menolak.
"saya sudah duduk dan malas berdiri lagi, kalau mau ganti saja KH Ahmad baihaqi kedepan, tapi saya tidak mau pindah". maka demikian bergantian beberapa waktu terus 4 personil bergantian pindah ke belakang, namun Habib Munzir tetap tak ingin beranjak dari bak, hanya yang lain saja bergantian.
kata Habib Munzir menceritakan "Saya duduk di bak Belakang untuk membalas pilu saya akan semangat seorang wanita tua itu yang penyeru kepada agama non muslim, aku seorang penyeru ke Jalan Allah, aku malu pada Allah.. patutnya aku berjalan kaki 200 km bukan duduk di Bak terbuka yg masih bisa santai".
Subhanallah...sebuah kata2 yang penuh hikmah, patut utk di renungkan, terutama bagi para da'i yang hanya mau berdakwah karena faktor amplop, dan hanya mau di tempat2 yang enak.
Sungguh didalam perjalanan tsb begitu banyak hikmah yang bisa di petik. Salah satunya adalah kisah berikut ini. Ditengah perjalanan (dalam perjalanan dari Sorong menuju Teminabuan Papua) dalam perjalanan tersebut Habib Munzir dan Tim mencarter mobil 4×4 bak terbuka, di tengah perjalanan rombongan ini diberhentikan oleh salah seorang biarawati, seorang wanita pimpinan agama non muslim berusia diatas 50 an. Sepertinya ia ingin ikut menumpang mobil, Asri (yg menyupir mobil) menanyakan kepada Habib Munzir, karena mobil ini sudah di carterkan utk Habib Munzir dan Tim.
"Habib, apakah ibu biarawati ini boleh di naikkan?". Tanya sopir (Asri) kepada Habib Munzir.
Tanpa pikir panjang lagi Habib Munzir menjawab "Boleh, tapi mau ditempatkan dimana? disini sudah tidak ada tempat".
"Taruh di bak belakang aja bib bersama barang" kata Asri.
"Hmm tapi saya merasa tidak tega jika ibu itu harus duduk di belakang bersama barang" jawab Habib Munzir.
"Dia sudah biasa seperti itu kok bib" jawab Asri.
Mendengar jawaban "sudah biasa" tsb Habib Munzir kaget dan terkejut, beliau menceritakan, saya kaget dan merasa tercekik mendengarnya, "sudah biasa ??", "dia sudah biasa seperti itu bib", seorang biarawati penyeru kepada agama keyakinannya ia ternyata sudah terbiasa untuk berjalan dan duduk di bak bagian belakang dari kampung ke kampung demi berjuang untuk menyebarkan keyakinannya.
Kata Habib Munzir lagi "maka tidak salah kalau seandainya agama non muslim yang menjadi maju, karena para dai muslim hanya bersembunyi di kota-kota besar, tidak mau keluar seperti mereka . Maka jangan salahkan mereka jika muslimin semakin mundur , karena para dai nya juga semakin mundur. Dan ketika sopir mengatakan ia sudah terbiasa, maka semakin sakit hati saya, bukan semakin tenang tapi semakin sakit saya mendengarnya."
Dan Ibu biarawati tersebut pun naik di Bak belakang mobil 4X4 yang dipakai, satu tempat bersama barang.
Perjalanan pun diteruskan, 1 jam perjalanan terasa rintik rintik gerimis mulai turun. Melihat itu Habib Munzir menjadi gelisah, risau, tak tenang, ia terpikir kepada ibu biarawati yang sedang duduk di bak belakang.
Kata Habib Munzir "Hati saya terasa tercekik, sungguh! walaupun ia adalah seorang non muslim, tapi bagaimanapun ia adalah seorang wanita yg usianya cukup tua, duduk di Bak terbuka di belakang dengan terpaan hujan, ia seorang pemuka dan guru agama non muslim, ia sangat tabah dalam berdakwah membela agamanya dengan semangat juang yg luar biasa, ia berjalan dari kampung ke kampung, terus mengajar dengan sukarela sepanjang hidupnya, mengabdi pada agamanya, sampai rela duduk di Bak belakang mobil, dalam keadaan hujan dan panas, ia wanita, sudah cukup lanjut usia, demikian tabahnya Da’i non muslim ini, hati saya seperti tercabik cabik, saya malu, malu sekali.."
Hujan pun turun semakin deras, Habib Munzir semakin gelisah. Beliau sudah tak tahan lagi, semakin risau dengan keadaan ibu biarawati tsb.
"Berhenti Asri, berhenti..!" kata Habib Munzir seketika sambil memegang tangan Asri. Asri pun menghentikan mobil.
"Ada apa bib?" Tanya Asri.
"Saya mau pindah ke belakang bak menggantikan posisi ibu itu, biar ibu itu duduk didalam sini menggantikan tempat saya duduk" jawab Habib Munzir.
Mendengar itu Asri menjadi kaget dan tentu saja menolak. "Itu tidak mungkin Habib, Tidak mungkin habib turun dan pindah ke bak belakang..!, habib sudah carter mobil saya..!!, lagi pula ini sedang hujan habib..!!",
Habib Munzir menjawab "Dia seorang wanita yang lebih tua dari saya meskipun ia beda agama, Rasulullah saw menghormati yang lebih tua ".
Habib Munzir tetap bersikeras memaksa, akhirnya mau tidak mau Asri yang menyupir mobil pun pasrah menuruti.
Habib Munzir pindah ke bak belakang, beberapa rombongan yang lain pun ikut ingin kebelakang, tetapi Habib Munzir melarang mereka.
"Yang lainnya tetap dalam posisinya, cukup satu orang yang menemani saya di Bak Belakang, sudah ada satu orang penjaga Barang kok di belakang"
Dan mereka pun sangat bersempit sempit 4 orang di kursi belakang.
Tapi Ibu itu ternyata tak mau pindah ia tetap mau duduk di bak saja, ia seakan merasa tahu diri bahwa dirinya menumpang, ia merasa malu dan haru.
"Kalau Ibu tidak mau turun dan masuk kedalam maka saya tidak akan mau naik ke mobil" jawab Habib Munzir.
Mau tidak mau akhirnya ibu itupun masuk kedalam mobil. Habib Munzir duduk di bak belakang di temani KH Ahmad Baihaqi. Duduk di lantai bak mobil yang keras, sesekali tubuh beliau terbanting-banting karena jeleknya kondisi jalan yang di lewati. Padahal saat itu beliau sudah dalam keadaan sakit. Penyakit yang kerap kambuh jika beliau sedang kelelahan, baik kelelahan pikiran atau kelelahan tubuh.
Hujan pun turun semakin deras membasai tubuh Habib Munzir yang duduk di bak terbuka. Habib Munzir membuka sorban dan kacamatanya karena basah, cuma pakai peci. Habib Munzir menangis, bukan menangis karena keadaannya, tapi menangis karena faktor biarawati tadi.
Kata Habib Munzir "Saya menangis, memikirkan, betapa kuat dan tabahnya biarawati itu, betapa malunya saya karena saya dimanjakan di Jakarta, sekedar turun dari mobil dan naik ke mimbar, sedangkan mereka, para dai non muslim di wilayah pedalaman, terus berdakwah, maka siapa yang akan terjun kesana jika kita para da'i muslim hanya duduk di kota-kota besar?"
Dalam derasnya hujan itu mobil kembali berhenti. Bang Ipul (Saeful Zahri) turun dan meminta agar Habib Munzir masuk kedalam menggantikan tempatnya, tapi Habib Munzir menolak.
"saya sudah duduk dan malas berdiri lagi, kalau mau ganti saja KH Ahmad baihaqi kedepan, tapi saya tidak mau pindah". maka demikian bergantian beberapa waktu terus 4 personil bergantian pindah ke belakang, namun Habib Munzir tetap tak ingin beranjak dari bak, hanya yang lain saja bergantian.
kata Habib Munzir menceritakan "Saya duduk di bak Belakang untuk membalas pilu saya akan semangat seorang wanita tua itu yang penyeru kepada agama non muslim, aku seorang penyeru ke Jalan Allah, aku malu pada Allah.. patutnya aku berjalan kaki 200 km bukan duduk di Bak terbuka yg masih bisa santai".
Subhanallah...sebuah kata2 yang penuh hikmah, patut utk di renungkan, terutama bagi para da'i yang hanya mau berdakwah karena faktor amplop, dan hanya mau di tempat2 yang enak.
Cerita ini tentang perjalanan dakwah Habib Munzir di Papua direntang tahun 2008 sampai 2010.
Monday, 18 July 2016
CARA MENGENALI STROKE DARI GEJALA DAN KESEHARIAN KITA
INFO MENGENALI STROKE
Dalam suatu pesta, seorang teman (X) Vera tiba2 tersandung & jatuh. Ia meyakinkan semua org, bahwa dia baik2 saja, hanya tersandung batu karena sepatu barunya.
Vera dan suami tetap hadir dipesta itu sepanjang malam. Beberapa waktu kemudian, suaminya menelpon, bahwa isterinya dbawa ke RS & Jam 6 pagi meninggal.
Ia terkena serangan stroke saat pesta. Kalau saja di antara mereka ada yg tahu bagaimana mengenali stroke, kemungkinan Vera masih bisa hidup.
Seorang Neurolog menyatakan, bahwa penderita stroke dlm 3 jam pertama serangan dpt sembuh total sama sekali, jika dgn cepat dpt mengenali gejala, mendiagnosa & membawa pasien u/ pengobatan ahli sesegera mungkin. Jangan lewat dari 3 jam, karna dpt terjadi kerusakan permanen.
CARA MENGENALI STROKE
Cara Menghafal :
Cara dokter menyatakan orang terdekat dpt mengenali stroke dgn menanyakan 3 pertanyaan sederhana. Ingat 3 Langkah "S T R", yaitu :
S: SMILE
Minta penderita utk tersenyum. Kalau pipi miring, maka ada kelumpuhan saraf.
T: TALK
Minta orang tsb utk berbicara kalimat singkat, misalkan: Hari ini cerah atau apa saja. Kalau omongannya pelo, ini gejala stroke.
R: Minta dia utk RAISE BOTH ARMS (Mengangkat Kedua Lengan). Kalau tidak bisa mengangkat tangannya berarti ada kelumpuhan akibat stroke.
Jika ada salah satu gangguan dlm melakukan STR ini, segera panggil ambulans & ceritakan keadaan ini kepada petugas.
Cara lain u/ mengenali stroke adalah: Minta orang tsb menjulurkan lidahnya. Jika "bengkok" menyimpang ke satu arah, ini juga merupakan suatu tanda dari stroke.
Jadikan ini pengetahuan utk sesuatu yang bermanfaat bagi kita smua.
source jpeg: strokefoundation.com
Vera dan suami tetap hadir dipesta itu sepanjang malam. Beberapa waktu kemudian, suaminya menelpon, bahwa isterinya dbawa ke RS & Jam 6 pagi meninggal.
Ia terkena serangan stroke saat pesta. Kalau saja di antara mereka ada yg tahu bagaimana mengenali stroke, kemungkinan Vera masih bisa hidup.
Seorang Neurolog menyatakan, bahwa penderita stroke dlm 3 jam pertama serangan dpt sembuh total sama sekali, jika dgn cepat dpt mengenali gejala, mendiagnosa & membawa pasien u/ pengobatan ahli sesegera mungkin. Jangan lewat dari 3 jam, karna dpt terjadi kerusakan permanen.
CARA MENGENALI STROKE
Cara Menghafal :
Cara dokter menyatakan orang terdekat dpt mengenali stroke dgn menanyakan 3 pertanyaan sederhana. Ingat 3 Langkah "S T R", yaitu :
S: SMILE
Minta penderita utk tersenyum. Kalau pipi miring, maka ada kelumpuhan saraf.
T: TALK
Minta orang tsb utk berbicara kalimat singkat, misalkan: Hari ini cerah atau apa saja. Kalau omongannya pelo, ini gejala stroke.
R: Minta dia utk RAISE BOTH ARMS (Mengangkat Kedua Lengan). Kalau tidak bisa mengangkat tangannya berarti ada kelumpuhan akibat stroke.
Jika ada salah satu gangguan dlm melakukan STR ini, segera panggil ambulans & ceritakan keadaan ini kepada petugas.
Cara lain u/ mengenali stroke adalah: Minta orang tsb menjulurkan lidahnya. Jika "bengkok" menyimpang ke satu arah, ini juga merupakan suatu tanda dari stroke.
Jadikan ini pengetahuan utk sesuatu yang bermanfaat bagi kita smua.
Thursday, 23 June 2016
Daftar 10 Orang Terkaya" di Indonesia.
Berikut ini adalah "Daftar 10 Orang Terkaya" di Indonesia
Mulai dari urutan ke-10....Tebak siapa no. 1... Wuih irinya......
Ke-10. Tahir
Pemilik - Mayapada Group, jumlah kekayaan US $ 1.9 M
9. TD Rachmat
Pemilik - Tripura Group, jumlah kekayaan US $ 1.9 M
8. Bachtiar Karim
Pemilik - Musim Mas, jumlah kekayaan US $ 2.0 M
7. Sukanto Tanoto
Pemilik - RGE group , jumlah kekayaan US $ 2.1 M
6. Mochtar Ready & family
Pemilik - Lippo Group , jumlah kekayaan US $ 2.5 M
5. Peter Sondakh
Pemilik - Rajawali Group, jumlah kekayaan US $ 2.8 M
4. Sri Prakash Lohia
Boss - Indorama Ventures , jumlah kekayaan US $ 3.5 M
3. Chairul Tanjung
Pemilik - Trans Corp , jumlah kekayaan US $ 4.0 M
2. Robert Budi Hartono & Michael Hartono
Pemilik - BCA & DJARUM, jumlah kekayaan US $ 14.9 M
Dan......peringkat ke - 1 ternyata adalah...
1. Orang yang sholat sunnat sebelum shubuh 2 rakaat
= JUMLAH KEKAYAANNYA MELEBIHI DUNIA DAN SELURUH ISINYA =
Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Dua rakaat shalat sunnah fajar, lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim, Turmidzi,
Tuesday, 14 June 2016
KURANGI MAKAN TEMPE SEKARANG JUGA, BERBAHAYA BOS !!!
KURANGI MAKAN TEMPE SEKARANG JUGA, BERBAHAYA BOS !!!
Menurut penelitian terbaru, mengkonsumsi tempe bisa memicu darah tinggi, dibandingkan makan daging kambing...
Tempe yang selama ini dicitrakan sebagai makanan sehat, ternyata lebih memicu darah tinggi dibanding daging kambing.
Percobaan oleh Calon Ahli Gizi pada 2 orang kembar (Meme 32th dan Rege 32th).
Setiap makan malam selama 3 hari diberikan perlakuan sbb:
Hari 1 :
√ Meme diberi makan sop kambing...
√ Rege diberi tempe goreng.
• Reaksi Meme dan Rege normal.
Hari 2 :
√ Meme diberi gulai kambing,
√ Rege diberi tempe bacem.
• Reaksi Meme normal, & Rege mulai melirik-lirik makanan Meme .
Hari 3 :
√ Meme diberi Sate Kambing.
√ Rege diberi lodeh tempe.
• Reaksi Meme normal walau sdh 3 hari makan kambing, tetapi reaksi Rege sangat emosional. Dia membanting piring dan merampas sebagian sate kambing Meme sambil berteriak: "Tempe lagi...!!! Tempe lagi...!!!"
Kesimpulan :
Makan tempe ternyata memicu darah tinggi dan membuat emosi tidak terkendali, sedangkan makan daging kambing tidak demikian.
#Tempe_bikin_kangen_lho
Menurut penelitian terbaru, mengkonsumsi tempe bisa memicu darah tinggi, dibandingkan makan daging kambing...
Tempe yang selama ini dicitrakan sebagai makanan sehat, ternyata lebih memicu darah tinggi dibanding daging kambing.
Percobaan oleh Calon Ahli Gizi pada 2 orang kembar (Meme 32th dan Rege 32th).
Setiap makan malam selama 3 hari diberikan perlakuan sbb:
Hari 1 :
√ Meme diberi makan sop kambing...
√ Rege diberi tempe goreng.
• Reaksi Meme dan Rege normal.
Hari 2 :
√ Meme diberi gulai kambing,
√ Rege diberi tempe bacem.
• Reaksi Meme normal, & Rege mulai melirik-lirik makanan Meme .
Hari 3 :
√ Meme diberi Sate Kambing.
√ Rege diberi lodeh tempe.
• Reaksi Meme normal walau sdh 3 hari makan kambing, tetapi reaksi Rege sangat emosional. Dia membanting piring dan merampas sebagian sate kambing Meme sambil berteriak: "Tempe lagi...!!! Tempe lagi...!!!"
Kesimpulan :
Makan tempe ternyata memicu darah tinggi dan membuat emosi tidak terkendali, sedangkan makan daging kambing tidak demikian.
#Tempe_bikin_kangen_lho
Friday, 10 June 2016
KELENGKENG MADU DALAM POT (TABULAMPOT) DAN KELENGKENG LIAR
Selamat pagi sobat, pagi ini dalam suasana yang mendung nan dingin. jalan-jalan pagi ini, tidak lupa mengecek dan ricek kondisi kelengkeng madu saya yang tumbuh didalam polybag dan rencana akan saya jadikan koleksi Tabulambot kelengkeng madu.
dalam pembibitan kelengkeng ini didapatkan dari bijih kelengkeng bangkok dan biji kelengkeng merah. semoga nantinya menjadi kelengkeng baru dan manis legitt rasanya dan buahnya besar. nanti nya mau tak kasih nama Kelengkeng Madu.
dalam ujicoba ini saya terapkan dalam polybag dan pot serta saya tanam liar biar menjadi perbandingan.
experimen pembibitan kelengkeng madu ini tidak lepas dari kondisi sulitnya mencari bahan untuk semai biji dan juga kondisi disekitar rumah yang kurang lebar ya mungkin, hihi
yang liar terlihat subur dan semogaa cepet berbunga
tinggal yang dalam polybag masih malu-malu untuk tumbuh subuh
kembali ke pembibitan kelengkeng madu. masih banyak jenis - jenis kelengkeng yang ada di indonesia dan juga dari impor dari negara tetangga.
Semoga pertumbuhan budidaya pertanian, perkebunan di Indonesia bisa bersaing dan maju dalam kualitas.
Ketika Rasulullah SAW, menyampaikan perihal Hutang. Ya Allah, Bebaskanlah Kami dari Hutang-2 Terhadap Manusia
Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum meninggal.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi. beliau sangat lemah.
Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.
Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yang layak di sembah?"
Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yang layak disembah."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."
Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.
Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."
Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah".
Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.
Tiba2 bangun seorang lelaki yang bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sebelum masuk Islam, dia berkata:
"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".
Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".
Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah".
Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."
Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."
Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.
Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah, bukankah Baginda sedang sakit..!?"
Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.
Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"
Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah"
Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".
Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".
Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.
Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".
Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:
"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."
Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.
Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".
Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah" .
Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.
Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dengan menyakiti kakek kami, wahai Paman."
Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".
Begitu sampai di tangga mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata:
"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."
Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:
"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"
Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.
Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."
Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya,
Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.
Seumur hidupku aku bercita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.
Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."
Rasulullah SAW dengan senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"
Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.
Meski sudah sering membaca dan mendengar kisah ini berulang-ulang, tetap saja kita menangis sedih pilu rindu kpdnya...
Semoga tetesan air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada baginda Rasulullah saw kekasih Allah. Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi. beliau sangat lemah.
Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.
Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yang layak di sembah?"
Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yang layak disembah."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."
Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.
Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."
Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah".
Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.
Tiba2 bangun seorang lelaki yang bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sebelum masuk Islam, dia berkata:
"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".
Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".
Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah".
Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."
Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."
Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.
Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah, bukankah Baginda sedang sakit..!?"
Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.
Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"
Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah"
Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".
Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".
Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.
Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".
Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:
"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."
Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".
Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.
Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".
Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah" .
Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.
Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dengan menyakiti kakek kami, wahai Paman."
Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".
Begitu sampai di tangga mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata:
"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."
Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:
"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"
Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.
Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."
Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya,
Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.
Seumur hidupku aku bercita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.
Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."
Rasulullah SAW dengan senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"
Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.
Meski sudah sering membaca dan mendengar kisah ini berulang-ulang, tetap saja kita menangis sedih pilu rindu kpdnya...
Semoga tetesan air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada baginda Rasulullah saw kekasih Allah. Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad
HITUNGAN MATEMATIKA DALAM BUKTI KETIKA BERAMAL JARIYAH AKAN KEMBALI DAN MENJADI 100 KALI LIPAT.
HURUF = A B C D E F G H I J K L M N O P G R S T U V W X Y Z
ANGKA = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
**H+A+R+D+W+O+R+K (Kerja Keras) :
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
**K+N+O+W+L+E+D+G+E (Pengetahuan) :
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
**L+O+V+E (Cinta) :
12+15+22+5 = 54%
**L+U+C+K (Nasib) :
12+21+3+11 = 47%
Tidak ada yang jadi 100%.
Apa yang membuatnya jadi 100%..???
Adakah money..?
**M+O+N+E+Y =
13+15+14+5+25 = 72% NO..!!!
Leadership..?
**L+E+A+D+E+R+S+H+I+P =
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97% NO...!!!
***Ternyata apa yang membuat menjadi 100% adalah :
Coba tengok yang ni...
S+E+D+E+K+A+H+J+A+R+I+A+H
19+5+4+5+11+1+8+10+1+18+9+1+8 = 100% ☺....
✳( inilah saham akhirat kita. in shaa Allah)✳
✅KEBETULAN atau TIDAK...? tapi itulah MATEMATIK
Thursday, 9 June 2016
Ciri - Ciri Orang Ikhlas, Macam - Macam Ikhlas, Cahaya Ikhlas
CAHAYA KEIKHLASAN
Keikhlasan berarti memenuhi semua perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala,setiap perbuatan,langkah,kata-kata dan Doa hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencari ridha-Nya. Untuk mendapatkan itu semua keikhlasan tidak datang dengan sendirinya,keikhlasan adalah suasana hati yang harus diusahakan setiap Muslim.
Tidak mudah memperoleh keikhlasan dalam diri seorang muslim.Diatara cara untuk mendapatkanya adalah dengan menumbuhkan rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,dan dengan kecintaan yang mendalam, setelah memahami kebesaran-Nya.Bahwa tidak ada kekuatan lain selain Allah Subhanahu wa Ta’ala,bahwa hanya Allah yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan dan yang memelihara makhluk hidup penuh dengan Rahman dan Rahim-Nya,oleh karena itu keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya pengakuan yang harus dicari.
Rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, muncul dari pemahaman dan penghargaan akan kebesaran dan kekuatan-Nya,seseorang yang memahami kebesaran kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kekuatan abadi-Nya,akan mengetahui bahwa ia bisa saja menghadapi murka dan hukuman-Nya, sebagai bagian dari keadilan Ilahi Rabb,jika ia tidak mampu mengarahkan hidupnya seseuai dengan keinginan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Disamping itu juga untuk memperoleh keikhlasan adalah dengan mengharapkan balasan hanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.Ibadah apapun bila dilakukan hanya untuk mencari ridha-Nya,pasti akan membuahkan balasan syurga.Seseorang harus berpikir yang membuat ikhlas dalam perbuatannya adalah melakukannya dengan murni dan tulus karena perintah Allah dan tujuan adalah mencapai keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Keikhlasan juga dapat diperoleh dengan cara menguatkan hati nurani.Kata hati adalah kekuatan yang dipercayakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia,untuk menunjukkan jalan yang benar,kata hati akan mengingatkan manusia akan syehtan yang ada dalam jiwa mereka dan segala macam sikap serta tingkah laku yang tidak sesuai dengan Al Qur’an.
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun ia mengemukakan alasan-alasannya”.(Q.S. Al Qiyaamah : 14-15)
Setiap manusia secara naluri mengetahui,bisikan yang terdengar adalah suara hati nuraninya dan alasan-alasan yang ia ajukan untuk mengabaikan suara tersebut,yang lebih penting adalah keikhlasan diharapkan dapat diperoleh dengan memahami,kehidupan dunia adalah sementara dan sangat singkat, sementara kehidupan di akhirat adalah kekal abadi.
Kedudukan Ikhlas adalah sebagaimana, Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda yang artinya, “Ikhlaslah dalam beragama, cukup bagimu amal yang sedikit.” Dalam hadist lain Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda yang artinya,”Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”
Ciri-Ciri Orang Ikhlas
1. Terjaga dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik sedang bersama dengan manusia atau sendiri. Disebutkan dalam hadits,
“ Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)
2. Senantiasa beramal di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang orang lain, baik ada pujian ataupun celaan.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu Berkata :
“ Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
3. Selalu menerima apa adanya yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Pengelompokan Ikhlas
1. Ikhlas Mubtadi
Yakni orang yang beramal karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetapi di dalam hatinya terbesit keinginan pada dunia. Ibadahnya dilakukan hanya untuk menghilangkan kesulitan dan kebingunan. Ia melaksanakan shalat tahajud dan bersedekah karena ingin usahanya berhasil. Ciri orang yang mubtadi’ bisa terlihat dari cara dia beribadah. Orang yang hanya beribadah ketika sedang butuh biasanya ia tidak akan istiqamah. Ia beribadah ketika ada kebutuhan. Jika kebutuhannya sudah terpenuhi, ibadahnyapun akan berhenti.
2. Ikhlas Abid
Yakni orang yang beramal karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hatinya bersih dari riya’ serta keinginan dunia. Ibadahnya dilakukan hanya karena Allah dan demi meraih kebahagiaan akhirat, menggapai syurga, takut neraka, dengan dibarengi keyakinan bahwa amal ini bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan api neraka. Ibadah seorang abid ini cenderung berkesinambungan, tetapi ia tidak mengetahui mana yang harus dilakukan dengan segera (mudhayyaq) dan mana yang bisa diakhirkan (muwassa’), serta mana yang penting dan lebih penting. Ia menganggap semua ibadah itu adalah sama.
3. Ikhlas Muhibb
Yakni orang yang beribadah hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan ingin syurga atau takut neraka. Semuanya dilakukan karena bakti dan memenuhi perintah dan mengagungkan-Nya
.
4. Ikhlas Arif,
Yaitu orang yang dalam ibadahnya memiliki perasaan bahwa ia digerakkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia merasa bahwa yang beribadah itu bukanlah dirinya. Ia hanya menyaksikan ia sedang digerakkan Allah karena memiliki keyakinan bahwa tidak memiliki daya dan upaya melaksanakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Semuanya berjalan atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Manfaat dan Keutamaan Ikhlas
1. Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram
2. Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.
4. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
5. Doa kita akan diijabah.
6. Dekat dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala
7. Mendapatkan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
8. Akan mendapatkan naungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala .di hari kiamat.
9. Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.
10. Allah akan membangunkan sebuah rumah untuk orang-orang yang ikhlas dalam membangun masjid
11. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
12. Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala)
Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, demikian semoga manfaat buat kita semua, Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA...aamin
Wednesday, 8 June 2016
Luar Biasa Manfaat Membaca Al-Quran Setelah Maghrib dan Subuh
Luar Biasa Manfaat Membaca Al-Quran Setelah Maghrib dan Subuh
Tahukah Anda ? Ternyata Membaca Al-Qur'an Setelah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Biasa, Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 %. Hal ini karena disana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni membaca, melihat dan mendengar. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, diantaranya:
* Menyedikitkan makan
* Membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam
* Dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf
Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat manusia, dan juga memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca dengan Kitab Suci Al-Qur’an. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala dari Allah SWT.
Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, maka seorang Muslim itu, baik mereka yang bisa berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan sebagai berikut:
* Fisiologis yang sangat besar
* Penurunan depresi, kesedihan
* Memperoleh ketenangan jiwa
Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yg dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bahwa membaca Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984 disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97 % bagi mereka yang mndengarkannya. Masya Allah…
Untuk itu, mari sekarang ini kita mulai meluangkan waktu kita beberapa menit dari 24 jam di hari kita, yang diberikan oleh Allah SWT untuk membaca, merenungi, mentadaburi dan memahami isi yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an
Tahukah Anda ? Ternyata Membaca Al-Qur'an Setelah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Biasa, Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 %. Hal ini karena disana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni membaca, melihat dan mendengar. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, diantaranya:
* Menyedikitkan makan
* Membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam
* Dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf
Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat manusia, dan juga memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca dengan Kitab Suci Al-Qur’an. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala dari Allah SWT.
Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, maka seorang Muslim itu, baik mereka yang bisa berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan sebagai berikut:
* Fisiologis yang sangat besar
* Penurunan depresi, kesedihan
* Memperoleh ketenangan jiwa
Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yg dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bahwa membaca Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984 disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97 % bagi mereka yang mndengarkannya. Masya Allah…
Untuk itu, mari sekarang ini kita mulai meluangkan waktu kita beberapa menit dari 24 jam di hari kita, yang diberikan oleh Allah SWT untuk membaca, merenungi, mentadaburi dan memahami isi yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an
Tuesday, 7 June 2016
Cara Mengembalikan File yang Hilang atau File yang Tersembunyi
File di Flasdisk tiba-tiba HILANG, !!! jangan panik, ini cara menampilkan kembali file-file yang Hilang di Flasdisk TERHIDDEN
disaat pekerjaan menuntut untuk cepat kadang kita keasyikan menggunakan
media removabledisk (flasdisk) karena dapat kita gunakan setiap saat,
dan dimana saja kita bisa gunakan. karena kepraktisan inilah banyak
diantara pekerja administrasi memilih untuk menggunakan flashdisk untuk
menyimpan dan sekaligus untuk mengolah data, karena kita bisa
berpindah-pindah PC/ Laptop. dan kebutuhan kita untuk menyimpan
sementara menjadikannya primadona dalam hal simpan menyimpan. dalam
penggunaan ini banyak pula di jumpai beberapa kasus eror atau rusaknya
file dalam flashdisk. dan yang membuat kita marah adalah ketika kita
membuka flashdisk ternyata filenya HILANG atau TerHIDDEN. kita pun
panik, dan dalam hal ini jangan Khawatir karena dalam hilangnya file di
flashdisk bisa disebabkan beberapa macam seperti, flashdisk eror, virus,
dan malware.
dalam kesempatan ini saya mau berbagi Tips dan Cara mengembalikan isi
file dalam Flashdisk yang HILANG terHIDDen secara tiba-tiba dan
diketahui Storage atau isi Flashdisk masih ada.
pertama adalah kita gunakan anti virus lokal seperti SMADAV.
- kita scan secara komplit, maka akan muncul file yang terhidden
- kita ceklist file yang terhidden tsb, kemudian kita klik UNHIDDEN / BUKA
- Buka Explore
- Pilih menu view di menu bar
- klik di option pilih change folder dan search option
- muncul jendela Folder Option,
- pilih View, kemudian ceklist semua tanda
- pilih apply dan OK.
Monday, 6 June 2016
KHUSNUDZON, baik sangka. Arti Khusnudzon
KHUSNUDZON
Hubungan yang baik antara satu dengan lain dan khususnya antara muslim yang satu dengan muslim lainnya merupakan sesuatu yang harus dijalin dengan sebaik-baiknya. Ini kerana Allah telah menggariskan bahawa mukmin itu bersaudara. Itulah sebabnya, segala bentuk sikap dan sifat yang akan memperkukuh dan memantapkan persaudaraan harus ditumbuhkan dan dipelihara, sedangkan segala bentuk sikap dan sifat yang dapat merosak ukhuwah harus dihilangkan.
Agar hubungan ukhuwah islamiyah itu tetap terjalin dengan baik, salah satu sifat positif yang harus dipenuhi adalah husnuzh zhan (berbaik sangka). Oleh kerana itu, apabila kita mendapatkan informasi negatif tentang sesuatu yang terkait dengan peribadi seseorang apalagi seorang muslim, maka kita harus melakukan tabayyun (penyelidikan) terlebih dahulu sebelum mempercayainya apalagi meresponnya secara negatif, Allah berfirman yang ertinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan." Q.S Al-Hujuraat : 6.
Manfaat Berbaik Sangka
Ada banyak nilai dan manfaat yang diperolehi seseorang muslim bila dia memiliki sifat husnuzh zhan kepada orang lain. Pertama, hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik, perkara ini kerana berbaik sangka dalam hubungan sesama muslim akan menghindari terjadinya keretakan hubungan. Bahkan keharmonian hubungan akan semakin terasa kerana tidak ada halangan psikologis yang menghambat hubungan itu. Kedua, terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama kerana buruk sangka akan membuat seseorang menimpakan keburukan kepada orang lain tanpa bukti yang benar, Allah berfirman sebagaimana yang disebutkan pada Surah Al-Hujuraat Ayat 6 di atas. Ketiga, selalu berbahagia atas segala kemajuan yang dicapai orang lain, meskipun kita sendiri belum dapat mencapainya, perkara ini memiliki erti yang sangat penting, kerana dengan demikian jiwa kita menjadi tenang dan terhindar dari iri hati yang boleh berkembang pada dosa-dosa baru sebagai kelanjutannya. Ini bererti kebaikan dan kejujuran akan membawa kita pada kebaikan yang banyak dan dosa serta keburukan akan membawa kita pada dosa-dosa berikutnya yang lebih besar lagi dengan dampak negatif yang semakin banyak. Ruginya Berburuk Sangka Manakala jika kita melakukan atau memiliki sifat berburuk sangka, ada sejumlah kerugian yang akan kita perolehi, baik dalam kehidupan di dunia mahupun di akhirat. Pertama, mendapat dosa. Berburuk sangka merupakan sesuatu yang jelas-jelas bernilai dosa, kerana disamping kita sudah menganggap orang lain tidak baik tanpa dasar yang jelas, berusaha menyelidiki atau mencari-cari keburukan orang lain, juga akan membuat kita melakukan dan mengungkapkan segala sesuatu yang buruk tentang orang lain yang kita berburuk sangka kepadanya, Allah berfirman yang ertinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani." Q.S Al-Hujuraat : 12.
Kedua, dusta yang besar. Berburuk sangka akan membuat kita menjadi rugi, kerana apa yang kita kemukakan merupakan suatu dusta yang sebesar-besarnya, perkara ini disabdakan oleh Rasulullah:
"Jauhilah prasangka itu, sebab prasangka itu pembicaraan yang paling dusta" HR. Muttafaqun alaihi.
Ketiga, menimbulkan sifat buruk. Berburuk sangka kepada orang lain tidak hanya berakibat pada penilaian dosa dan dusta yang besar, tetapi juga akan mengakibatkan munculnya sifat-sifat buruk lainnya yang sangat berbahaya, baik dalam perkembangan peribadi mahupun hubungannya dengan orang lain, sifat-sifat itu antara lain ghibah, kebencian, hasad, menjauhi hubungan dengan orang lain dll. Dalam satu hadith, Rasulullah bersabda:
"Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke syurga. Selama seseorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Berhati-hatilah terhadap dusta, sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seseorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." HR. Bukhari.
Larangan Berburuk Sangka Kerana berburuk sangka merupakan sesuatu yang sangat tercela dan mengakibatkan kerugian, maka perbuatan ini sangat dilarang di dalam Islam sebagaimana yang sudah disebutkan pada Surah Al-Hujuraat Ayat 12 di atas. Untuk menjauhi perasaan berburuk sangka, maka masing-masing kita harus menyedari betapa hal ini sangat tidak baik dan tidak benar dalam hubungan persaudaraan, apalagi dengan sesama muslim dan aktivis dakwah. Disamping itu, bila ada benih-benih di dalam hati perasaan berburuk sangka, maka perkara itu harus segera dicegah dan dijauhi kerana ia berasal dari godaan syaitan yang bermaksud buruk kepada kita. Dan yang lebih penting lagi adalah memperkukuh terus jalinan persaudaraan antara sesama muslim dan aktivis dakwah agar yang selalu kita kembangkan adalah berbaik sangka, bukan malah berburuk sangka. Oleh kerana itu, Khalifah Umar bin Khattab menyatakan:
"Janganlah kamu menyangka dengan satu kata pun yang keluar dari seorang saudaramu yang mukmin kecuali dengan kebaikan yang engkau dapatkan bahawa kata-kata itu mengandungi kebaikan."
Demikian perkara-perkara dasar yang harus mendapat perhatian kita dalam kaitan dengan sikap husnuzh zhan (berbaik sangka). Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmatMu dan limpahilah ke atas kami khazanah rahmatMu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku. Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku."Seandainya engkau menyampaikan keburukan saudaramu, jika itu benar, maka bererti kamu sudah membuka aib saudaramu, dan jika itu salah, maka engkau sudah melakukan fitnah"
Hubungan yang baik antara satu dengan lain dan khususnya antara muslim yang satu dengan muslim lainnya merupakan sesuatu yang harus dijalin dengan sebaik-baiknya. Ini kerana Allah telah menggariskan bahawa mukmin itu bersaudara. Itulah sebabnya, segala bentuk sikap dan sifat yang akan memperkukuh dan memantapkan persaudaraan harus ditumbuhkan dan dipelihara, sedangkan segala bentuk sikap dan sifat yang dapat merosak ukhuwah harus dihilangkan.
Agar hubungan ukhuwah islamiyah itu tetap terjalin dengan baik, salah satu sifat positif yang harus dipenuhi adalah husnuzh zhan (berbaik sangka). Oleh kerana itu, apabila kita mendapatkan informasi negatif tentang sesuatu yang terkait dengan peribadi seseorang apalagi seorang muslim, maka kita harus melakukan tabayyun (penyelidikan) terlebih dahulu sebelum mempercayainya apalagi meresponnya secara negatif, Allah berfirman yang ertinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan." Q.S Al-Hujuraat : 6.
Manfaat Berbaik Sangka
Ada banyak nilai dan manfaat yang diperolehi seseorang muslim bila dia memiliki sifat husnuzh zhan kepada orang lain. Pertama, hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik, perkara ini kerana berbaik sangka dalam hubungan sesama muslim akan menghindari terjadinya keretakan hubungan. Bahkan keharmonian hubungan akan semakin terasa kerana tidak ada halangan psikologis yang menghambat hubungan itu. Kedua, terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama kerana buruk sangka akan membuat seseorang menimpakan keburukan kepada orang lain tanpa bukti yang benar, Allah berfirman sebagaimana yang disebutkan pada Surah Al-Hujuraat Ayat 6 di atas. Ketiga, selalu berbahagia atas segala kemajuan yang dicapai orang lain, meskipun kita sendiri belum dapat mencapainya, perkara ini memiliki erti yang sangat penting, kerana dengan demikian jiwa kita menjadi tenang dan terhindar dari iri hati yang boleh berkembang pada dosa-dosa baru sebagai kelanjutannya. Ini bererti kebaikan dan kejujuran akan membawa kita pada kebaikan yang banyak dan dosa serta keburukan akan membawa kita pada dosa-dosa berikutnya yang lebih besar lagi dengan dampak negatif yang semakin banyak. Ruginya Berburuk Sangka Manakala jika kita melakukan atau memiliki sifat berburuk sangka, ada sejumlah kerugian yang akan kita perolehi, baik dalam kehidupan di dunia mahupun di akhirat. Pertama, mendapat dosa. Berburuk sangka merupakan sesuatu yang jelas-jelas bernilai dosa, kerana disamping kita sudah menganggap orang lain tidak baik tanpa dasar yang jelas, berusaha menyelidiki atau mencari-cari keburukan orang lain, juga akan membuat kita melakukan dan mengungkapkan segala sesuatu yang buruk tentang orang lain yang kita berburuk sangka kepadanya, Allah berfirman yang ertinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani." Q.S Al-Hujuraat : 12.
Kedua, dusta yang besar. Berburuk sangka akan membuat kita menjadi rugi, kerana apa yang kita kemukakan merupakan suatu dusta yang sebesar-besarnya, perkara ini disabdakan oleh Rasulullah:
"Jauhilah prasangka itu, sebab prasangka itu pembicaraan yang paling dusta" HR. Muttafaqun alaihi.
Ketiga, menimbulkan sifat buruk. Berburuk sangka kepada orang lain tidak hanya berakibat pada penilaian dosa dan dusta yang besar, tetapi juga akan mengakibatkan munculnya sifat-sifat buruk lainnya yang sangat berbahaya, baik dalam perkembangan peribadi mahupun hubungannya dengan orang lain, sifat-sifat itu antara lain ghibah, kebencian, hasad, menjauhi hubungan dengan orang lain dll. Dalam satu hadith, Rasulullah bersabda:
"Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke syurga. Selama seseorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Berhati-hatilah terhadap dusta, sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seseorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." HR. Bukhari.
Larangan Berburuk Sangka Kerana berburuk sangka merupakan sesuatu yang sangat tercela dan mengakibatkan kerugian, maka perbuatan ini sangat dilarang di dalam Islam sebagaimana yang sudah disebutkan pada Surah Al-Hujuraat Ayat 12 di atas. Untuk menjauhi perasaan berburuk sangka, maka masing-masing kita harus menyedari betapa hal ini sangat tidak baik dan tidak benar dalam hubungan persaudaraan, apalagi dengan sesama muslim dan aktivis dakwah. Disamping itu, bila ada benih-benih di dalam hati perasaan berburuk sangka, maka perkara itu harus segera dicegah dan dijauhi kerana ia berasal dari godaan syaitan yang bermaksud buruk kepada kita. Dan yang lebih penting lagi adalah memperkukuh terus jalinan persaudaraan antara sesama muslim dan aktivis dakwah agar yang selalu kita kembangkan adalah berbaik sangka, bukan malah berburuk sangka. Oleh kerana itu, Khalifah Umar bin Khattab menyatakan:
"Janganlah kamu menyangka dengan satu kata pun yang keluar dari seorang saudaramu yang mukmin kecuali dengan kebaikan yang engkau dapatkan bahawa kata-kata itu mengandungi kebaikan."
Demikian perkara-perkara dasar yang harus mendapat perhatian kita dalam kaitan dengan sikap husnuzh zhan (berbaik sangka). Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmatMu dan limpahilah ke atas kami khazanah rahmatMu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku. Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku."Seandainya engkau menyampaikan keburukan saudaramu, jika itu benar, maka bererti kamu sudah membuka aib saudaramu, dan jika itu salah, maka engkau sudah melakukan fitnah"
Tuesday, 5 April 2016
HEBOH!!! ini Pernyataan Divisi Humas Polri Terkait Hasil Otopsi Siyono
Hari
Ahad Tim Dokter forensik Muhammadiyah telah melakukan autopsi terhadap
jenazah Siyono, warga Klaten yang tewas usai ditangkap Densus 88.
Ada
beberapa catatan penting sebagai temuan sementara yang disampaikan oleh
Dokter Forensik Muhammadiyah dan Dokter Forensik Polri yang kemaren
disampaikan oleh Ketua Tim Dokter Forensik Muhammadiyah, yakni dr. Gatot
Suharto, SpF :
Kedua, ditemukan luka dibeberapa bagian tubuh akibat benturan keras alat/benda tumpul.
Ketiga, ditemukan patah tulang jenazah.
Tim
Dokter Forensik memerlukan waktu paling lama 10 hari utk meneliti lebih
jauh di laboratorium. Dan untuk hasil final nanti akan diserahkan Tim
Forensik Muhammadiyah kepada PP Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah akan
menyerahkan kepada Komnas HAM.
Menyikapi
hasil otopsi Tim Dokter Forensik Muhammadiyah, melalui Fanspage
Facebook Divisi Humas Polri mengeluarkan press release sebagai berikut
KADIV HUMAS POLRI: HASIL OTOPSI SIYONO TIDAK ADA BUKTI PENEMBAKAN,ADA YANG SEBAR FITNAH UNTUK LEMAHKAN PERANG LAWAN TERORISME
Kepala
Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan merespon positif hasil
otopsi sembilan dokter forensik yang ditunjuk Pengurus Pusat
Muhammadiyah dan seorang dokter dari Polda Jawa Tengah untuk melakukan
proses otopsi terhadap jenazah Siyono di tempat pemakaman um…um Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Minggu 3 April 2016.
Hal
penting dari otopsi ini memperjelas, bahwa tidak ada luka tembak di
tubuh tersangka teroris Siyono. “Ini jelas menjadi fakta paling
substansial bagi pencegahan dan pemberantasan terorisme di negara kita,”
tegas Kadiv Humas.
Disampaikan
Kadiv Humas Polri, sebelumnya pihak Polri telah menyampaikan kepada
publik. Bahwa, kematian Siyono terjadi karena adanya insiden, dimana
Siyono melakukan perlawanan dan menyerang petugas yang sedang melakukan
pendalaman terhadap jaringan terorisme.
Karena
membahayakan nyawa, petugas pengawal melakukan pembelaan diri. Dalam
perkelahian satu lawan satu tersebut, Siyono meninggal dunia akibat
terjatuh dalam perkelahian.
“Spekulasi
bahwa Siyono meninggal karena ditembak, adalah fitnah dan tuduhan yang
tidak mendasar. Bahkan, ada kecenderungan ini bagian dari provokasi
sistematis untuk melemahkan Densus 88 dalam upaya memerangi terorisme,”
tegas Irjen Pol Anton Charliyan.
Ditegaskan
juga, provokasi dengan menyebarkan fitnah bahwa Siyono meninggal karena
ditembak, diduga kuat sengaja disebarkan oleh kelompok pro gerakan
radikal, yang mengatasnamakan agama.
Sumber : Divisi Humas Polri
Redaksi menilai ada beberapa kejanggalan yang disampaikan Kadiv Humas Polri terkait hasil proses otopsi Siyono
Pertama,
Humas Polri tidak mengutip secara utuh penjelasan tim dokter forensik
Muhammadiyah tentang hasil sementara otopsi Siyono, tidak dijelaskan
tentang ditemukannya luka akibat benda tumpul dan beberapa tulang yang
patah.
Kedua, Humas Polri dengan
menggebu gebu mengatakan tidak ada luka tembak dan menuding ada fitnah
yang disebarkan bahwa Siyono tertembak, lagi – lagi ini pernyataan yang
membingungkan publik karena sejak awal tidak pernah berkembang opini
bahwa Siyono tewas ditembak dan coba searching di media – media tidak
ada yang memberitakan Siyono tewas ditembak.
Publik
mempertanyakan kenapa Siyono bisa meninggal ketika dibawah pengamanan
Densus 88 hal ini yang harus terjawab bukan kemudian membangun opini
seolah – olah Polri menjadi korban fitnah sistematis.
Ketiga,
Divisi Humas Polri keukeuh menyatakan Siyono meninggal karena adanya
insiden, dimana Siyono melakukan perlawanan dan menyerang petugas yang
sedang melakukan pendalaman terhadap jaringan terorisme, karena
membahayakan nyawa petugas pengawal melakukan pembelaan diri. Dalam
perkelahian satu lawan satu tersebut, Siyono meninggal dunia akibat
terjatuh dalam perkelahian.
Keterangan
soal ini juga masih menjadi misteri bagaimana mungkin Siyono bisa
berkelahi satu lawan satu sedangkan Densus 88 jika menangkap atau
mengawal terduga atau tersangka teroris selalu dengan kekuatan penuh
banyak personil dengan senjata lengkap.
Tidak
dijelaskan juga kapan peristiwa perkelahian tersebut, dimana dan dengan
siapa berkelahinya belum lagi apakah benar meninggalnya karena
terjatuh, terjatuh darimana?
Di
kesempatan terpisah Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah mengatakan bahwa
apa yang dilakukan Muhammadiyah melalui outopsi atas permintaan Komnas
HAM bukan opini tetapi berusaha menemukan fakta melalui Usaha ilmiah.
Justru
Polri yang berusaha membangun opini tanpa dasar pijakan ilmiah seperti
bisa menyebut kematian Siyono akibat benturan dikepala padahal fakta
ilmiah menunjukkan tidak pernah ada otopsi sebelumnya seperti yang
disampaikan Dokter Gatot yang tidak dibantah oleh Dokter forensik dari
Polri sendiri.
Mari kita Bantu Polisi
menjadi lebih profesional dan menghargai hukum dan melindungi hak hidup
warga negaranya siapa pun Mereka. Ini saatnya kita Bantu Polisi berubah
menjadi lebih baik melalui membantu Bu Suratmi istri Almarhum Siyono
mencari keadilan. (Sumber : sangpencerah)
Wednesday, 23 March 2016
Larangan Mengusir Anak-Anak dari Masjid dengan Alasan Ribut
Larangan Mengusir Anak-Anak dari
Masjid dengan Alasan Ribut
SEBAGIAN pengurus masjid ada yang mengusir
anak-Anak dengan alasan menggangu orang sholat, apa hukumnya?
Cara nabi berinteraksi dengan anak-anak di masjid
saat sholat sangat berbeda jauh dengan kenyataan yang dilakukan oleh sebahagian
oknum muslim terhadap anak-anak yang suka bermain di masjid.
Berikut kami sampaikan beberapa kasus penanganan
yang dilakukan oleh Rasulullah pada anak-anak di masjid, agar kita dapat
meneladani baginda Nabi saw.:
- 1. Sahabat Nabi yang bernama Syaddad ra. meriwayatkan, bahwa Rasulullah datang – ke masjid- mau sholat Isya atau Zuhur atau Asar sambil membawa -salah satu cucunya- Hasan atau Husein, lalu Nabi maju kedepan untuk mengimami sholat dan meletakkan cucunya di sampingnya, kemudian nabi mengangkat takbiratul ihram memukai sholat. Pada saat sujud, Nabi sujudnya sangat lama dan tidak biasanya, maka saya diam-diam mengangkat kepala saya untuk melihat apa gerangan yang terjadi, dan benar saja, saya melihat cucu nabi sedang menunggangi belakang nabi yang sedang bersujud, setelah melihat kejadian itu saya kembali sujud bersama makmum lainnya. Ketika selesai sholat, orang-orang sibuk bertanya,“Wahai Rasulullah, baginda sujud sangat lama sekali tadi, sehingga kami sempat mengira telah terjadi apa-apa atau baginda sedang menerima wahyu.” Rasulullah menjawab, “Tidak, tidak, tidak terjadi apa-apa, cuma tadi cucuku mengendaraiku, dan saya tidak mau memburu-burunya sampai dia menyelesaikan mainnya dengan sendirinya”. (H.R. Nasa’i dan Hakim)
عن شداد رضي الله عنه قال: خرج علينا رسول الله صلى
الله عليه وسلم في إحدى صلاتي العشي الظهر أو العصر وهو حامل حسناً أو حسيناً،
فتقدم النبي صلى الله عليه وسلم فوضعه عند قدمه ثم كبر للصلاة، فصلى، فسجد سجدة
أطالها!! قال: فرفعت رأسي من بين الناس، فإذا الصبي على ظهر رسول الله صلى الله
عليه وسلم وهو ساجد! فرجعت إلى سجودي، فلما قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم
الصلاة، قال الناس: يا رسول الله إنك سجدت سجدة أطلتها حتى ظننا أنه قد حدث أمر أو
أنه يوحى إليك؟ قال: “كل ذلك لم يكن، ولكن ابني ارتحلني، فكرهت أن أعجله حتى يقضي
حاجته” (رواه النسائي والحاكم وصححه ووافقه الذهبي)
- 2. Abdullah Bin Buraidah meriwayatkan dari ayahandanya: Rasulullah sedang berkhutbah -di mimbar masjid- lalu -kedua cucunya- Hasan dan Husein datang -bermain-main ke masjid- dengan menggunakan kemeja kembar merah dan berjalan dengan sempoyongan jatuh bangun- karena memang masih bayi-, lalu Rasulullah turun dari mimbar masjid dan mengambil kedua cucunya itu dan membawanya naik ke mimbar kembali, lalu Rasulullah berkata, “Maha Benar Allah, bahwa harta dan anak-anak itu adalah fitnah, kalau sudah melihat kedua cucuku ini aku tidak bisa sabar.” Lalu Rasulullah kembali melanjutkan khutbahnya. (H.R Abu Daud)
وعن عبد الله بن بريدة عن أبيه رضي الله عنه قال:
خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأقبل الحسن والحسين رضي الله عنهما عليهما
قميصان أحمران يعثران ويقومان، فنزل فأخذهما فصعد بهما المنبر، ثم قال: “صدق الله،
إنما أموالكم وأولادكم فتنة، رأيت هذين فلم أصبر”، ثم أخذ في الخطبة (رواه أبو
داود).
- 3. Dalam Hadis lain diceritakan, bahwa Rasulullah sholat, dan bila beliau sujud maka Hasan dan Husein bermain menaiki belakang Rasulullah. Lalu, jika ada sahabat-sahabat yang ingin melarang Hasan-Husein maka Rasulullah memberi isyarat untuk membiarkannya, dan apabila setelah selesai sholat rasulullah memangku kedua cucunya itu. (H.R. Ibnu Khuzaimah)
وفي حديث آخر: كان الرسول صلى الله عليه وسلم يصلي،
فإذا سجد وثب الحسن والحسين على ظهره، فإذا منعوهما أشار إليهم أن دعوهما، فلما
قضى الصلاة وضعهما في حجره (رواه ابن خزيمة في صحيحه).
- 4. Abu Qatadah ra. mengatakan: “Saya melihat Rasulullah saw memikul cucu perempuannya yang bernama Umamah putrinya Zainab di pundaknya, apabila beliau sholat maka pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah.” (H.R. Bukhari Dan Muslim)
وقال أبو قتادة رضي الله عنه: رأيت رسول الله صلى
الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص -ابنة زينب بنت الرسول صلى الله عليه وسلم- على
عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها (رواه البخاري ومسلم).
- 5. Pada Riwayat Lain Dari Abu Qatadah, Mengatakan “……… pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah. Dan Rasulullah terus melakukan hal itu pada setiap rakaatnya sampai beliu selesai sholat.” (H.R.Nasa’i)
وفي رواية أخرى عن أبي قتادة رضي الله عنه قال:
بينما نحن جلوس في المسجد إذ خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم يحمل أمامة
بنت أبي العاص بن الربيع -وأمها زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم- وهي صبية
يحملها، فصلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي على عاتقه يضعها إذا ركع ويعيدها
إذا قام، حتى قضى صلاته يفعل ذلك بها (رواه النسائي).
- 6. Dalam hadis yang lain Rasulullah berkata, “Kalau sedang sholat, terkadang saya ingin sholatnya agak panjangan, tapi kalau sudah mendengarkan tangis anak kecil -yang dibawa ibunya ke masjid- maka sayapun menyingkat sholat saya, karena saya tau betapa ibunya tidak enak hati dengan tangisan anaknya itu.” (H.R. Bukhari Dan Muslim)
وفي حديث آخر: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
“إني لأدخل في الصلاة وأنا أريد إطالتها فأسمع بكاء الصبي فأتجوّز في صلاتي مما
أعلم من شدة وجد أمه من بكائه” (رواه البخاري ومسلم).
- 7. Anas meriwayatkan, “Pernah Rasulullah sholat, lalu beliau mendengar tangis bayi yang dibawa serta ibunya sholat ke masjid, maka Rasulullah pun mempersingkat sholatnya dengan hanya membaca surat ringan atau surat pendek.” (H.R. Muslim)
وفي رواية أخرى: قال أنس رضي الله عنه: كان رسول
الله صلى الله عليه وسلم يسمع بكاء الصبي مع أمه وهو في الصلاة فيقرأ بالسورة
الخفيفة أو بالسورة القصيرة (رواه مسلم).
- 8. Pada hadis lain diriwayatkan bahwa Nabi memendekkan bacaannya pada saat sholat subuh (dimana biasanya selalu panjang), lalu sahabat bertanya: Ya Raslullah mengapa sholat kali ini singkat, tidak seperti biasanya? Rasulullah menjawab, “Saya mendengar suara tangis bayi, saya kira ibunya ikutan sholat bersama kita, saya kasihan dengan ibunya.” (H.R. Ahmad)
وفي حديث آخر أن النبي صلى الله عليه وسلم: جوّز
ذات يوم في الفجر -أي خفف- فقيل: يا رسول الله، لم جوزت؟! قال: “سمعت بكاء صبي
فظننت أن أمه معنا تصلي فأردت أن أفرغ له أمه” (رواه أحمد بإسناد صحيح).
- 9. Sahabat Nabi Yang Bernama Rabi’ menceritakan bahwa pada suatu pagi hari Asyura Rasululah mengirim pesan ke kampung-kampung sekitar kota Madinah, yang bunyinya “barang siapa yang sudah memulai puasa dari pagi tadi maka silahkan untuk menyelesaikan puasanya, dan bagi yang tidak puasa juga silahkan terus berbuka”. Sejak saat itu kami senantiasa terus berpuasa pada hari Asyura, begitu juga anak-anak kecil kami banyak yang ikutan berpuasa dengan kehendak Allah, dan kami pun ke masjid bersama anak-anak. Di masjid kami menyiapkan mainan khusus buat anak-anak yang terbuat dari wool. Kalau ada dari anak-anak itu yang tidak kuat berpuasa dan menangis minta makan maka kamipun memberi makanan bukaan untuknya.”
وعن الربيع بنت معوذ رضي الله عنها قالت: أرسل رسول
الله صلى الله عليه وسلم غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار التي حول المدينة: “من كان
أصبح صائماً فليتم صومه، ومن كان أصبح مفطراً فليتم بقية يومه” فكنا بعد ذلك نصومه
ونصوم صبياننا الصغار منهم إن شاء الله، ونذهب إلى المسجد فنجعل لهم اللعبة من
العهن، فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناها إياه عند الإفطار (رواه مسلم)،
Demikianlah betapa Rasulullah dan para sahabat
memanjakan anak-anak di masjid meski lumayan seru karena yang namanya anak-anak
pasti akan menimbulkan berbagai gangguan keributan dan tangisan yang
menyebabkan sholat atau ibadah jadi terganggu.
Namun, ada saja oknum pengurus masjid yang tetap
ngotot ingin mengusir anak-anak dan menjauhkan mereka dari masjid dengan
berdalil kepada hadis lemah yang berbunyi:
“Jauhkan masjid anda dari anak-anak dan orang
gila”
“جنبوا مساجدكم صبيانكم ومجانينكم”
“Hadis diatas lemah dan tidak jelas asalnya dari
mana, sehingga tidak bisa dijadikan dalil”. Begitu kata para ulama Hadis,
seperti Al-Bazzar dan Abdul Haq Al-Asybili. Sebagaimana Ahli Hadis Imam
Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Ibnu Al-Jauzi dan Al-Munziri dan Haitsami dan
ulama-ulama lain juga melemahkan hadis tersebut. Banyak kalangan awam yang
mengira bahwa hadis tersebut benar diriwayatkan dari Rasulullah sehingga
membuat mereka senang benar mengusir anak-anak dari masjid dan sangat tidak
suka kalau melihat anak-anak bermain di masjid. Ini adalah sikap dan tindakan
yang sangat salah dan tidak benar.
Yang benar adalah Islam sangat peduli dengan
anak-anak, dan memerintahkan para ayah dan orang tua kerabat yang bertanggungjawab
pada anak-anak untuk menyuruh anak-anaknya sholat sejak umur 7 tahun. Dan
tempat yang benar dalam mengajarkan anak-anak sholat dan membaca Al-Quran dan
hukum-hukum tajwid dan materi-materi keislaman lainnya, adalah Masjid.
Seperti itu petunjuk dan pedoman yang diajarkan
Rasulullah pada ummatnya terkait interaksi kita kepada anak-anak di masjid.
Sehingga siapapun tidak boleh mengusir anak-anak dari masjid, sebab mereka
adalah pemuda-pemuda harapan masa depan.
Allah memerintahkan kita agar meneladani Rasulullah
pada segala hal, baik terkait urusan dunia maupun akhirat, sehingga sudah
selayaknyalah kita mengikuti dan meladani Rasulullah dalam membiasakan
anak-anak kita untuk mendatangi masjid dan bermain di masjid, serta tidak
membiarkan mereka ngumpul-ngumpul tidak jelas di ujung gang atau jalan yang
hanya akan menyebabkan akhlak mereka menjadi buruk karena pengaruh lingkungan
dan teman-teman mereka yang tidak sehat.
Dan andainya pun sebahagian anak-anak yang datang
ke masjid sering menjadi gangguan bagi orang-orang yang sedang sholat, baik
karena suara tangisan mereka, jeritan dan lengkingan suara, namun jamaah masjid
tidak boleh meresponnya dengan kasar atau memarah-marahi anak-anak tersebut
atau orang tua anak-anak, yang hanya akan menambah-menambah keributan baru
saja. Serahkan hal itu kepada para pengurus masjid atau remaja masjid untuk
menyelesaikan masalah anak-anak tersebut dengan bijak dan baik seperti metode
yang dilakukan oleh Rasulullah.
Dan yang perlu diingat dan dicatat dan diamalkan
adalah sikap lemah lembut dalam menyelesaikan masalah anak-anak di masjid.
Rasulullah pernah bersabda, “Segalanya sesuatu
yang dibarengi dengan kelembutan niscaya akan membuatnya menjadi lebih cantik
dan indah. Jika kelembutan terenggut, segalannya akan menjadi rusak dan jelek.”
(H.R. Muslim)
“إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء
إلا شانه” (رواه مسلم).
Rasulullah adalah teladan terbaik bagi kita.
Pernah terjadi seorang arab badui masuk ke dapam masjid nabawi, lalu si badui
buang air kecil di dalam masjid itu. Melihat si badui pipis di masjid maka para
sahabat nabi ngamuk. Menanggapi hal ini Nabi pun menyelesaikannya dengan bijak
dan lembut dan berkata, “Biarkanlah badui itu, nanti jika pipisnya sudah
selesai mohon cuci dan siram kencingnya itu dengan air. Kalian -umat islam- ini
diutus bukan untuk bikin repot, melainkan untuk mempermudah.” (H.R. Bukhari Dan
Muslim)
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قام أعرابي فبال في
المسجد!! فتناوله الناس، فقال لهم النبي صلى الله عليه وسلم: “دعوه، وهريقوا على
بوله سجلاً من ماء أو ذنوباً من ماء فإنما بعثتم ميسرين ولم تبعثوا معسرين” (رواه
البخاري ومسلم).
Kesimpulannya, Islam melarang mengusir anak-anak
keluar masjid, melainkan Islam mewajibkan umatnya membiasakan anak-anak datang
ke masjid untuk belajar sholat, belajar membaca Al-Quran, belajar tajwid dan
belajar hukum syariat lainnya.
[Translate: Kivlein Muhammad]
Sumber: Islampos
Bahaya BESAR, Jika Kita SOMBONG, apalagi memiliki Sikap SOMBONG
Jauhi Sikap Sombong
Ada seorang anak TK yang begitu bangga jadi pembaca terbaik di kelasnya. Apalagi ketika dia tahu si Bibi, pembantunya di rumah buta huruf.Dia makin tinggi hati dan bilang ke ayahnya, “Masa Bibi nggak bisa baca Yah.Kalah ama Ade yang masih kecil!”.
Sang Ayah hanya tersenyum dan mengajak anaknya ke perpustakaan rumah. Diambilnya sebuah buku berbahasa Jerman, dan minta anaknya untuk membaca. Sang Anak kebingungan. “Aku tidak bisa membacanya Yah”, kata sang Anak. “Seperti itulah yang dirasakan si Bibi. Kita boleh bangga, tapi tidak sombong. Karena kita masih punya kekurangan. Dan orang lain selalu punya kelebihan” ujar sang Ayah. Sang Anak memeluk ayahnya dan berlari untuk segera meminta maaf pada si Bibi.
“Dan
janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS.
Luqman:18)
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)
Tidak ada alasan bagi kita bersikap sombong. Karena selalu ada yang lebih baik dari kita. Kesuksesan yang kita raih adalah buah dari kontribusi orang lain. Dan menolak penerapan syariah Islam dalam keseharian adalah bentuk kesombongan tingkat tinggi.
Selamat menjauhi sikap sombong…
#DakwahIslam
Ada seorang anak TK yang begitu bangga jadi pembaca terbaik di kelasnya. Apalagi ketika dia tahu si Bibi, pembantunya di rumah buta huruf.Dia makin tinggi hati dan bilang ke ayahnya, “Masa Bibi nggak bisa baca Yah.Kalah ama Ade yang masih kecil!”.
Sang Ayah hanya tersenyum dan mengajak anaknya ke perpustakaan rumah. Diambilnya sebuah buku berbahasa Jerman, dan minta anaknya untuk membaca. Sang Anak kebingungan. “Aku tidak bisa membacanya Yah”, kata sang Anak. “Seperti itulah yang dirasakan si Bibi. Kita boleh bangga, tapi tidak sombong. Karena kita masih punya kekurangan. Dan orang lain selalu punya kelebihan” ujar sang Ayah. Sang Anak memeluk ayahnya dan berlari untuk segera meminta maaf pada si Bibi.
“Dan
janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS.
Luqman:18)“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)
Tidak ada alasan bagi kita bersikap sombong. Karena selalu ada yang lebih baik dari kita. Kesuksesan yang kita raih adalah buah dari kontribusi orang lain. Dan menolak penerapan syariah Islam dalam keseharian adalah bentuk kesombongan tingkat tinggi.
Selamat menjauhi sikap sombong…
#DakwahIslam
Monday, 14 March 2016
Besaran Iuran BPJS Kesehatan ikut NAIK Per 01 April 2016
Berdasarkan dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) RI No.19 tahun 2016 Maka besaran iuran peserta Mandiri BPJS Kesehatan mengalami kenaikan sebagai berikut :
- Kelas I semula Rp. 59.500,- Menjadi Rp.80.000,-
- Kelas II semula Rp.42.500,- Menjadi Rp.51.000,-
- Kelas III semula Rp.25.500,- Menjadi Rp.30.000,-
Berdasarkan Pasal 16F ayat 2, aturan tersebut akan mulai diberlakukan pada 1 April 2016.
Besaran iuran merupakan hasil akhir yang telah disepakati antara
Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Kesehatan itu
sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)










